Home » Artikel » Manisan dari Buah Nanas

Manisan dari Buah Nanas

Di Indonesia, para petani lebih cenderung menjual hasil panennya langsung ketimbang mencoba berinisiatif  meningkatkan nilai tambah hasil panen dengan sedikit mengolahnya menjadi semacam produk yang layak dipasarkan.  Padahal, potensi tersebut sangatlah besar kalau menilik sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. Namun, keterbatasan sumber informasi dan pengetahuan membuat mereka tak punya pilihan lain..

Salah satu pedagang buah-buahan di sekitar kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, misalnya. Berbagai macam buah-buahan dijual seperti buah nanas. Nanas (Ananas Comosus) merupakan buah-buahan yang dapat dijumpai di iklim tropis yang tumbuh tidak mengenal musim. Gizi yang bisa didapatkan dari buah ini antara lain:  vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B1, serta folat. Secara alami, buah nanas memiliki kandungan yang kaya akan serat. Fungsi kaya serat ini baik untuk meningkatkan sistem pencernaan. Biasanya, makanan yang tinggi serat agak susah larut dicerna, tapi tidak dengan buah nanas. Sedangkan sistem pencernaan bisa dikatakan normal apabila mengonsumsi 14 gram total serat dari 1000 kalori per harinya, dan buah nanas mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Buah nanas juga memiliki sejumlah kandungan vitamin dan mineral yang mampu menyerap air pada usus manusia.

Buah nanas yang dijual oleh pedagang ini telah dia kembangkan menjadi semacam produk yang siap jual. Namun, sebelum produknya dijual ke konsumen, buah nanas tersebut dibeli di pasar Keramat Jati dengan harga Rp. 12.000 – 15.000 per buahnya. Kemudian, buah nanas tadi dikupas sampai bersih hingga semua matanya hilang, lalu dipotong menjadi beberapa bagian, mulai dari 4-8 bagian.  Lantas, buah nanas yang sudah  menjadi beberapa bagian tadi dimasukkan dalam sebuah plastik bening berbentuk persegi panjang. Dengan demikian, potongan-potongan buah nanas tadi sudah siap dijual ke konsumen seharga Rp. 3000 per potongnya.

Sebenarnya buah nanas sangat lezat untuk dikonsumsi baik dalam keadaan mentah maupun diolah terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah dengan mengolah buah nanas menjadi semacam manisan atau manisan nanas. Sebab, di pasaran, manisan nanas merupakan salah satu produk yang masih cukup sedikit dijual namun permintaan selalu ada. Selain itu, membuat manisan ini pun bisa dilakukan di rumah. Karena proses pembuatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan manisan nanas ini cukuplah mudah. Adapaun bahan-bahan yang dimaksud seperti:  buah nanas yang tidak terlalu matang, 300 gram gula pasir, satu sendok teh garam dapur, satu sendok makan kapur sirih, dan air secukupnya. Dengan begitu, para petani tidak lagi menjual langsung hasil panennya, tapi cukup dengan mengembangkan hasil panennya di rumah, terlebih buah nanas. Kemudian menjualnya bisa lewat online ataupun offline, atau agar lebih efektif bisa dengan cara keduanya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa buah nanas memiliki peluang bisnis yang besar terutama di Indonesia yang beriklim tropis. Lagipula buah-buahan ini juga berbuah tidak mengenal musim dan bisa berbuah kapan saja. Untuk itulah, para petani tidak harus belajar menanam terus, tapi bagaimana mereka mengolah hasil panennya menjadi sebuah produk untuk memperoleh nilai ekonomis yang lebih tinggi.

*Rizki Maulana Syukri. Fakultas Teknik, Jurusan Teknologi Industri Pertanian di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta.

Tulisan tersebut adalah sebuah tugas paper mata kuliah Pengetahuan Bahan-bahan Agroindustri yang diampu oleh bapak Sukamto Javaladi.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

E-LEARNING
E-LIBRARY